Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Minyak Stabil, Semua Mata Tertuju Ke Meja Perundingan Rusia - Ukraina
Thursday, 27 November 2025 23:34 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak stabil pada hari Kamis(27/11) karena pelaku pasar mempertimbangkan perundingan untuk mengakhiri perang di Ukraina dibandingkan dampak sanksi Barat terhadap pasokan Rusia, meskipun perdagangan diperkirakan tetap sepi karena libur Thanksgiving di AS.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 5 sen atau 0,1% menjadi $63,18 per barel pada pukul 14.12 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 18 sen atau 0,3% menjadi $58,83 per barel.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa garis besar rancangan rencana perdamaian yang dibahas oleh Amerika Serikat dan Ukraina dapat menjadi dasar perjanjian di masa mendatang untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Putin juga mengatakan bahwa setelah pasukan Ukraina mundur dari posisi yang mereka kuasai di wilayah-wilayah penting, pertempuran akan berhenti, tetapi jika tidak, Rusia akan mencapai tujuannya dengan kekerasan.

Para pejabat AS dan Ukraina telah berupaya mempersempit kesenjangan pendapat mereka terkait rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Kyiv khawatir akan dipaksa untuk menerima kesepakatan yang sebagian besar didasarkan pada persyaratan Rusia, termasuk konsesi teritorial.

"Volatilitas geopolitik terus berlanjut dan harapan akan potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina telah menetralkan kekhawatiran pasokan yang timbul dari sanksi baru AS terhadap produsen utama Rusia," kata Barclays dalam sebuah catatan.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi minyak tidak berubah pada pertemuan mereka hari Minggu dan menyepakati mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum para anggota, dua delegasi dari kelompok tersebut dan seorang sumber yang akrab dengan perundingan OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

Delapan negara OPEC+, yang telah secara bertahap meningkatkan produksi pada tahun 2025, diperkirakan akan mempertahankan kebijakan mereka untuk menghentikan kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun 2026, kata kedua delegasi tersebut.

Meningkatnya ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada bulan Desember membatasi penurunan harga minyak mentah. Suku bunga yang lebih rendah biasanya merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.

"Kita sekarang mendekati akhir tahun dengan likuiditas yang lebih tipis tanpa pendorong baru kecuali The Fed mengejutkan pasar dengan arahan yang hawkish pada pertemuan FOMC 10 Desember," kata analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong. "Minyak mentah WTI kemungkinan akan berada dalam kisaran antara US$56,80 dan US$60,40 hingga akhir tahun," tambahnya.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS